• Images 1
  • Images 2
  • Images 3
  • Images 4
  • Images 5

Kamis, 18 Maret 2010

Menjalankan Aplikasi Favorit Dengan RocketDock

Menjalankan Aplikasi Favorit Dengan RocketDock

RocketDock merupakan application launcher dengan animasi yang berkualitas dan alpha-blended. Perangkat lunak ini menyediakan antarmuka yang baik bagi para penggunanya untuk dengan mudah menaruh shortcuts aplikasi favorit untuk memudahkan dalam pengaturan dan akses. RocketDock memungkinkan semua hal untuk dapat dimodifikasi sehingga tidak ada batasan apa saja yang dapat kita tambahkan dan jalankan dari dock.


Sekarang, RocketDock memiliki kemampuan yang mendukung taskbar windows yang kita kecilkan untuk dapat muncul sebagai ikon pada dock. Hal ini dapat menambah produktifitas dan memudahkan akses.

Beberapa fitur RocketDock antara lain adalah:

  • Meminimalkan/mengecilkan windows ke dock

  • Preview windows secara real-time pada Vista

  • Indikator yang menunjukan aplikasi-aplikasi yang sedang dijalankan

  • Antarmuka yang sederhana, hanya dengan drag-n-drop saja

  • Dapat menggunakan lebih dari 1 monitor

  • Cocok dengan file PNG yang alpha-blended dan ikon-ikon ICO

  • Zoom ikon-ikon dan transisi yang halus

  • Auto-hide dan Popup pada saat mouse diarahkan

  • Opsi untuk mengatur posisi dan layering

Selain fitur-fitur yang telah kami sebutkan diatas, masih banyak sekali fitur-fitur lainnya.

RocketDock dapat digunakan dengan baik pada komputer-komputer yang relatif lambat. Selain itu, RocketDock tersedia dalam banyak bahasa, yang dapat diterjemahkan dengan mudah. Hal yang terbaik mengenai perangkat lunak RocketDock adalah, perangkat lunak ini gratis! Untuk informasi lengkap dan untuk mendownload perangkat lunak ini, anda dapat mengunjungi situs resmi nya di RocketDock.com.

Untuk menambah icon atau skin sesuai dengan yang Anda inginkan Anda dapat mendownload di devianart.com.

Berikut ini adalah beberapa contoh icon atau skin Rocketdock yang terdapat di devianart.com:





Artikel Menjalankan Aplikasi Favorit Dengan RocketDock ini dipersembahkan oleh Klik-Kanan.com. Kunjungi Klik-Kanan.com untuk informasi seputar komputer dan internet.

Jumat, 12 Maret 2010

Pengalaman Yonas Hilangkan Minus 4

Vera Farah Bararah - detikHealth
img
(dok: pribadi)
Jakarta, Benarkah mata minus bisa dihilangkan? Jika menurut dokter mata minus baru bisa dihilangkan lewat operasi. Tapi Benyamin G Yonas (46 tahun) berhasil lepas dari kacamata minus 4,5 nya dengan mengikuti teknik Bates.

Selain mengikuti panduan menurunkan mata minus dari buku Dr William Bates, Yonas juga mempunyai kemauan dan keyakinan yang kuat. Sehingga ia berhasil lepas dari kacamata minusnya yang telah dipakai selama 26 tahun dengan minus 4,5 dan silinder 2 untuk mata kanan dan kirinya.

Yohanes menerapkan metode Bates dan menjalani pola hidup yang sehat, kini ia bisa melihat dengan jelas tanpa menggunakan bantuan kacamata lagi.

"Dulu setiap kali periksa mata minus saya selalu naik, semua dokter yang saya temui selalu bilang bahwa minus mata saya tidak bisa disembuhkan dan harus menerima nasib. Karena itu lama-lama saya jadi takut sendiri," ujar Yonas, saat dihubungi detikHealth, Jumat (12/3/2010).

Dari mana Yonas tahu metode Bates?

Bermula ketika ia sedang di Singapura sekitar tahun 2002 dan menemukan buku karangan Dr William Bates di salah satu toko buku. Awalnya Yonas mengaku tidak mempercayai hal tersebut karena dokter bilang minusnya tidak bisa disembuhkan. Tapi setelah ia mencoba dan mengalami sendiri bahwa dengan rileks bisa membuat matanya lebih terang, ia mulai mempercayai metode Bates tersebut.

Dr William Bates adalah seorang spesialis mata yang telah meninggal dunia sejak lama tahun 1931. Sang dokter yakin banyak orang yang sebenarnya tidak perlu menggunakan kacamata dengan cara melatih matanya.

Latihan yang dibuat Bates membantu mengatasi ketergantungan seseorang pada kacamata. Dasar dari terapi ini adalah keyakinan bahwa kombinasi dari tubuh, pikiran dan jiwa digunakan untuk melihat. Selain itu makanan, postur tubuh, stres dan kesehatan seseorang juga mempengaruhi penglihatan.

Sejak awal tahun 2003, Yonas mulai serius menerapkan latihan metode Bates dan pola hidup yang sehat. Setelah latihan selama 6 bulan, ia memeriksakan matanya di salah satu optik karena merasa kacamatanya sudah tidak enak untuk dipakai.

"Saya pikir minus saya bertambah lagi, tapi petugas optik bilang kalau minus saya sudah turun menjadi 2,5. Begitu saya coba kacamata dengan minus 2,5, penglihatan saya menjadi terang," ujar Yonas yang kini menetap di Bandung.

Namun waktu yang dibutuhkan untuk mengurangi minus mata berbeda tiap orang, ada yang membutuhkan waktu 6 bulan, 3 bulan atau bagi yang minusnya masih sangat kecil bisa hanya beberapa kali melakukan latihan saja. Ini tergantung dari efektifitas latihan dan pola hidupnya.

Yonas menambahkan selain latihan metode Bates ada beberapa faktor lain yang juga turut mempengaruhi seperti olahraga teratur, menghindari makanan yang mengalami proses dan junk food, banyak mengonsumsi segala jenis sayuran dan buah, minum yang cukup serta banyak melakukan gerakan misalnya jalan-jalan, senam atau aerobik.

"Kekakuan tubuh bisa menjadi penyebab keburaman mata, karena itu fleksibilitas bagus untuk penglihatan. Rata-rata orang yang matanya buram sedikit melakukan gerakan, kalau di kantor jangan duduk saja tapi cobalah jalan-jalan, mengambil barang atau gerak lainnya sehingga tubuh tidak kaku," ungkapnya.

Yonas menuturkan semua hal bisa mempengaruhi penglihatan seseorang mulai dari gaya hidup, makanan, pikiran yang stres, kurang tidur serta kurangnya melakukan rileksasi untuk otaknya.

Faktor lain yang juga menentukan keberhasilan metode Bates adalah tidur lebih awal yaitu usahakan sebelum jam 10 malam dan sering-seringlah melakukan rileks untuk diri sendiri. Karena tanpa dua hal tersebut, keberhasilan dengan metode Bates ini akan sulit dicapai.

"Sumber mata terang adalah pikiran yang sehat dan santai. Selain itu kemauan dan keyakinan juga turut mempengaruhi keberhasilan metode ini," ujar wiraswasta kontraktor dan properti ini.

Sel Induk Kulit Bisa Bantu Pasien Luka Bakar

Vera Farah Bararah - detikHealth
img
(Foto: webmd)

Utrecht, Kulit yang terkena luka bakar pasti akan menimbulkan bekas tersendiri yang sangat sulit dinormalkan lagi. Kini telah ditemukan asal usul atau 'sel ibu' dari semua sel-sel kulit yang dapat digunakan untuk perawatan kulit bagi korban luka serius atau luka bakar.


Hans Clevers serta tim peneliti dari Belanda dan Swedia yang melakukan penelitian terhadap hewan percobaan tikus menemukan bahwa sel induk yang dapat menghasilkan semua sel berbeda pada kulit berasal dari folikel rambut.

Hasil penemuan ini tinggal diujicobakan pada manusia. Diharapkan sel induk yang ditemukan bermanfaat untuk membantu perbaikan luka atau transplantasi kulit pada korban luka bakar.

"Sel yang ditemukan ini adalah ibu dari semua sel-sel induk di kulit sehingga dapat menghasilkan sel-sel induk lainnya," ujar Clevers dari Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences di Utrecht, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/3/2010).

Clevers menambahkan sel induk yang sama juga ada pada manusia dan kemungkinan sel-sel ini dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada harus membuat kulit baru.

Kulit memiliki tiga populasi sel yang berbeda yaitu folikel rambut, kelenjar moisturizing sebaceous dan jaringan diantara keduanya yang biasa dikenal sebagai interfollicular epidermis. Sel induk atau original cell sendiri berasal dari sel manusia yang berkembang.

Clevers dan tim menemukan bahwa sekelompok sel induk yang hidup di folikel rambut dan memiliki tingkat gen asli bernama Lgr6 merupakan sel induk dari epidermis. Sebagai permulaan maka percobaan dilakukan pada tikus yang mengalami luka-luka, dan ditemukan bahwa sel-sel Lgr6 disekitar luka dapat menumbuhkan dan memperbaiki kulit yang rusak.

"Keuntungan yang bisa didapatkan dari sel induk ibu ini adalah mereka bisa menumbuhkan kulit dari dasar aslinya sehingga memungkinkan untuk menjadi kulit baru yang nyata dengan kemampuan melembabkan yang berasal dari kelenjar sebasea dan mampu menumbuhkan rambut," ujar Clevers.

Diharapkan proses memasukkan sel-sel induk baru ke pasien bisa dilakukan 2-3 tahun mendatang yang akan lebih mudah prosesnya ketimbang transplantasi kulit.


Kamis, 11 Maret 2010

Lawan Asam Lambung dengan Jus Kentang


Kentang -
By Pipiet Tri Noorastuti

VIVAnews - Sistem pengobatan naturopati memperkenalkan jus kentang sebagai terapi untuk mengatasi gangguan pencernaan, termasuk asam lambung. Kentang mengandung banyak vitamin dan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.


Studi yang dilakukan terhadap 10 orang penderita gangguaan pencernaan kronis membuktikan hal itu. Delapan orang menyatakan kondisinya membaik setelah mengonsumsi segelas jus kentang sehari selama satu pekan.

Penelitian serupa dilakukan empat universitas di Jerman dan Australia. Mayoritas penderita gangguan pencernaan sembuh setelah melakukan terapi jus kentang selama 12 pekan. Mereka mengonsumsi 100 mililiter jus kentang setengah jam menjelang sarapan dan sebelum tidur malam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sayur dengan nama latin potato solanum tuberosum itu mengandung zat alkaloid yang berfungsi sebagai penetral asam. Dalam penelitian lanjutan, kentang juga bermanfaat untuk mencegah penyakit ginjal, jantung dan penyebaran sel kanker.

Konsumsilah jus kentang dalam takaran yang wajar agar Anda memperoleh manfaatnya. Hindari mengolah daging kentang yang masih muda atau berwarna kehijauan, karena mengandung racun solanin yang dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare. Hindari juga memasukkan tunas-tunas kentang yang menempel ke dalam olahan jus.


Rabu, 10 Maret 2010

Sudah Punya 8 Anak, Wanita 54 Tahun Hamil Anak Kembar

Rita Uli Hutapea - detikNews

Ilustrasi (AFP)
London - Seorang wanita Inggris berumur 54 tahun mengungkapkan kalau dirinya sedang mengandung anak kembar. Wanita yang telah memiliki delapan anak itu mengaku kecanduan untuk memiliki banyak anak.


Karen Johnston yang telah mengalami menopause itu hamil setelah mendatangi dua klinik di Republik Ceko untuk menjalani program IVF dengan menggunakan sel telur donor.

Karen Johnston yang telah mengalami menopause itu hamil setelah mendatangi dua klinik di Republik Ceko untuk menjalani program IVF dengan menggunakan sel telur donor.

Dikatakan Karen, dirinya kecanduan untuk memiliki banyak bayi. Wanita itu melahirkan anak pertamanya, Daniel pada 33 tahun lalu.

"Selama bertahun-tahun saya pikir saya tak akan pernah bisa memiliki anak lagi padahal itulah yang saya inginkan," kata Karen kepada Daily Mirror seperti dilansir News.com.au, Kamis (11/3/2010).

"Sementara saya tahu banyak wanita yang tak bisa punya anak sebanyak yang saya miliki, dan saya memang merasa beruntung. Tapi saya tetap merasa bahwa saya ingin punya anak lagi," ujarnya.

Kini Karen kembali hamil. Kedua bayi kembarnya itu diperkirakan lahir pada Juni mendatang.

Minggu, 07 Maret 2010

Obat Penghilang Sakit Berisiko Sebabkan Tuli Pada Pria

img
ilustrasi (Foto: webmd)
Boston,
Laki-laki yang secara teratur mengonsumsi obat penghilang rasa sakit berisiko dua kali lebih besar menderita masalah pendengaran. Laki-laki yang masih muda bisa lebih berisiko.

Penelitian yang dilakukan Harvard University Boston menunjukkan konsumsi parasetamol dua kali seminggu bisa menggandakan risiko masalah pendengaran ringan hingga tuli sebelum usia 50 tahun.

Vera Farah Bararah - detikHealth


Peneliti juga menemukan hubungan yang sama dengan obat aspirin dan ibuprofen. Para dokter telah mengetahui bahwa aspirin dosis tinggi dapat menyebabkan tinnitus sementara atau dengung di telinga.

Peneliti melibatkan 26.000 orang yang diperiksa kesehatannya setiap dua tahun selama 18 tahun. Partisipan ditanya mengenai seberapa besar penggunaan obat penghilang rasa sakit dan apakah memiliki masalah dengan pendengarannya.

Pada akhir studi, hampir 3.500 partisipan melaporkan beberapa jenis gangguan pendengaran. Setelah mempertimbangkan usia, berat badan serta riwayat kesehatan dari laki-laki tersebut, peneliti melihat ada hubungan antara masalah pendengaran dengan konsumsi obat penghilang rasa sakit yang umum.

Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 33 persen laki-laki berusia kurang dari 60 tahun yang mengonsumsi aspirin dua kali dalam seminggu mengalami gangguan pendengaran. Hasil ini dibandingkan dengan laki-laki yang jarang mengonsumsi aspirin.

Sementara itu laki-laki yang mengonsumsi obat penghilang sakit seperti ibuprofen dilaporkan sebanyak 61 persen lebih memungkinkan mengalami masalah pendengaran.

Tapi hubungan ini hanya ditemukan pada laki-laki yang berusia di bawah 50 tahun dan secara teratur mengonsumsi obat penghilang rasa sakit. Hasil studi ini dilaporkan dalam The American Journal of Medicine.

"Mengingat tingginya risiko gangguan pendengaran yang diakibatkan oleh penggunaan obat penghilang rasa sakit yang umum, maka ini bisa menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting," ujar Dr Sharon Curhan dari Brigham and Women's Hospital di Boston, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (5/3/2010).

Meskipun risiko yang ditimbulkan tidak secara langsung, tapi para ahli mengatakan bahwa obat-obatan yang digunakan terus menerus bisa menyebabkan kerusakan pada telinga bagian dalam.